PAMEKASAN - Peredaran rokok ilegal akhir-akhir ini semakin marak, menyebar di berbagai wilayah di negeri ini, tak terkecuali di empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur; Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Rokok tanpa pita cukai atau yang dikenal oleh masyarakat Madura dengan sebutan rokok durno itu menunjukkan volume peredaran yang cenderung meningkat secara fantastis. Harga yang jauh lebih murah dengan rasa dan aroma yang tidak kalah dari rokok legal menjadi pertimbangan khusus bagi para perokok. Ratusan merk rokok yang tidak dilekati pita cukai ini banyak terpajang di berbagai toko kelontong, pasar tradisional, hingga di warung-warung kopi pedesaan dengan harga jual yang jauh lebih murah dibanding rokok bercukai, yakni antara Rp8 ribu hingga hingga Rp15 ribu. Para produsen nampaknya juga telah memahami sasaran dan kebutuhan pembeli, sehingga banyak di antara mereka memproduksi rokok menyerupai merek yang telah dikenal luas di masyarakat. Di berbagai acara...
Selain terkenal dengan tradisi karapan sapinya, Pulau Madura di Jawa Timur juga dikenal sebagai daerah penghasil sapi ternak di Indonesia. Beberapa wilayah di sana menjadi sentra peternakan sapi ras lokal, salah satunya adalah Pamekasan. Di kabupaten itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan populasi dan mempertahankan kualitas sapi Madura. Salah satunya melalui program Sang Sultan (Strategi Pengembangan Sapi Madura Bibit Secara Simultan) dan program Papa Baru (Pakong, Pasean, Batumarmar, dan Waru) yang dikembangkan di empat kecamatan tersebut. Kedua program pengembangan sapi tersebut semakin relevan setelah Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia bisa mencapai swasembada daging sapi dalam lima hingga enam tahun ke depan. Target itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 14 Agustus lalu. Target swasembada daging sapi sebenarnya telah dicanangkan sejak tahun 2014. Namun hingga kini, Indones...